Langsung ke konten utama

Heru Budi Hartono Meninjau Penataan Kawasan Hijau Di Kolong Tol Becakayu

Selasa, 3 Januari 2023

Komunalnews.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penghijauan di taman area jalan Inspeksi Kalimalang, tepatnya di sepanjang kolong Tol Becakayu, Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau proses penanaman pohon dan pembuatan taman. Hal ini dilakukan untuk memastikan penataan kawasan hijau di Jakarta terus berjalan, sehingga bisa memberi kenyamanan dan kesegaran bagi warga.

"Terima kasih kepada Pak Camat dan Pak Lurah yang sudah memantau kegiatan penghijauan di sini. Saya harap penanaman pohon di kolong Tol Becakayu terus dilanjutkan. Hal ini juga sebagai salah satu indikator kinerja, untuk penataan kawasan tingkat kecamatan dan kelurahan," tutur dia, pada Selasa (3/1/2023).

Lebih lanjut, Heru berpesan kepada Kecamatan Makassar dan Kelurahan Cipinang Melayu agar menjaga keasrian dan lingkungan kawasan penghijauan kolong Tol Becakayu.

"Selain memberikan keasrian dan keindahan, kegiatan urban farming di kawasan tersebut juga bisa membantu kita dalam memberdayakan ketahanan pangan di Kota Jakarta. Maka dari itu perlu dipertahankan. Urban Farming ini tidak hanya layak dipertahankan, namun juga perlu dikembangkan," lanjutnya.

Sebagai informasi, progres penghijauan di area kolong Tol Becakayu telah dilakukan sepanjang 2,7 kilometer dari total yang akan dihijaukan 5 kilometer. Pj Gubernur Heru berharap sisa pengerjaan penanaman pohon dan tumbuhan hijau lainnya dapat selesai sesuai target.

Dalan peninjauan ini, Pj Gubernur Heru didampingi oleh Camat Makassar, Kamal Alatas dan Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro beserta jajaran, guna memastikan progres kegiatan penghijauan di kawasan tersebut berjalan tepat sasaran.

Komunalnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Airlangga Dorong Pemerintah Untuk Selesaikan Hambatan Soal Proyek Senilai Rp 360 triliun

Rabu, 01 Februari 2023 Komunalnews.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan pemerintah untuk terus berupaya menyelesaikan hambatan terkait perizinan untuk investasi, serta menegaskan komitmen pemerintah melaksanakan investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilainya menggapai Rp 360 triliun.   ”Pemerintah akan terus melakukan hal-hal debottlenecking daripada perizinan agar investasi masih bisa berjalan dengan baik. Pemerintah juga berkomitmen investasi PSN yang sejumlah 30 project di tahun 2023 ini estimasi nilainya Rp 360 triliun diharapkan seluruhnya bisa direalisasi di tahun 2023,” ucap Menko Airlangga dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas Peningkatan Aktivitas Perekonomian dan Pariwisata Pasca Pencabutan PPKM di Istana Kepresidenan, (30/1/2023).   Menko Airlangga juga memaparkan mengenai tabungan rumah tangga serta korporasi di perbankan selama masa pandemi yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong kesempatan investasi. Sejumlah dana...

Jusuf Kalla : Kebijakan Subsidi BBM Harus Dikurangi di Masa Mendatang

Komunalnews.com Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengomentari soal kebijakan subsidi BBM yang masih dilakukan pemerintah. Menurut dia, sebaiknya kebijakan itu tak dilanjutkan di masa mendatang. "Kalau dari sisi pemerintah dan tentu berpengaruh ke ekonomi nasional, pemerintah harus punya daya beli yang kuat. Karena itu, pemerintah seharusnya mengurangi dampak subsidi yang tidak perlu," kata dia dalam sesi Nation Hub, CNBC Indonesia, Kamis (18/5/2023). Ia melanjutkan bahwa subsidi memang tidak apa-apa diberikan ke masyarakat yang tidak mampu. Namun, jangan sampai dilakukan terus-menerus. Menurut JK, masyarakat sebenarnya mampu untuk membeli BBM tanpa subsidi. Ia menyinggung pengalamannya saat masih menjabat pada 2005 lalu. "Pengalaman saya waktu itu 2005 menaikkan BBM sampai 100% masyarakat menerimanya," ujarnya. JK juga mengomentari soal nilai ekspor yang naik, tetapi tidak dibarengi dengan cadangan devisa yang naik. Sementara itu, untuk kebijakan hilirisasi...

Kisah Legiun Mangkunegaran, Pasukan Elite Militer Pertama Indonesia Warisan Napoleon Bona

 Komunalnews.com Jauh sebelum merdeka, wilayah Nusantara sudah mengenal pasukan militer untuk keperluan tempur melawan penjajahan. Namun, pasukan-pasukan itu umumnya amatir, yaitu tidak mendapatkan pelatihan militer sebagaimana mestinya. Pasukan-pasukan itu umumnya rakyat jelata dengan berbagai macam profesinya. Mereka dipanggil untuk dijadikan pasukan oleh seorang raja atau penguasa. Meski demikian, kerajaan-kerajaan di masa lalu ada yang memiliki pasukan elite yang dibina layaknya TNI pada saat ini. Salah satu pasukan elite itu adalah Legiun Mangkunegaran. Sejarah Legiun Mangkunegaran Legiun Mangkunegaran aktif berkiprah selama periode tahun 1808-1942 Masehi. Ini merupakan pasukan elite milik Praja Mangkunegaran di Surakarta. Legiun Mangkunegaran dibentuk oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara II pada tahun 1808. Meski demikian, embrio pasukan militer ini sudah ada sejak masa perjuangan Pangeran Sambernyawa atau KGPAA Mengkunegara I. Setelah menja...