Langsung ke konten utama

Awal Tahun Banda Aceh Dilanda Banjir, Ribuan Warga Masih Mengungsi

Selasa, 24 Januari 2023

Komunalnews.com

20.797 warga Aceh harus mengungsi akibat banjir yang melanda beberapa kabupaten/ kota dalam beberapa hari terakhir, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi.

" Dari data ini umumnya korban banjir masih mengungsi, " ucap Kepala Pelaksana BPBA Ilyas di Banda Aceh, Senin (23/1/2023).

BPBA mencatat kabupaten di Aceh yang dilanda banjir, yakni Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamian dan Aceh Utara, serta tanah longsor di ruas jalan kawasan di Aceh Tengah.

Ia membeberkan banjir melanda 21 kecamatan di Pidie dengan ketinggian air antara 30 - 70 centimeter. Jumlah korban terdampak sebanyak 3.696 jiwa dalam 1.205 kepala keluarga (KK), dan semua korban terdampak tersebut harus mengungsi.

Di Kabupaten Pidie Jaya banjir merendam delapan kecamatan, dengan korban terdampak 24.370 jiwa dalam 7.854 KK. Namun, tidak ada warga yang mengungsi menyusul ketinggian air sudah mulai stabil.

Kemudian di Bireuen, banjir merendam 13 kecamatan, dengan total korban terdampak 22.185 jiwa dalam 6.199 KK. Bahkan, sebanyak 7.106 jiwa dalam 2.136 KK harus mengungsi mengingat ketinggian banjir di daerah itu mulai 20 - 80 centimeter.

Selain itu juga, banjir juga merendam lima kecamatan di Aceh Timur dengan total korban terdampak 2.824 jiwa dalam 706 KK, dan 634 jiwa dalam 658 KK di antaranya harus mengungsi. Ketinggian air banjir di Aceh Timur mulai 50 centimeter - 1 meter.

Sedangkan di Aceh Tamiang, banjir merendam 12 kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 centimeter - 3 meter. Korban terdampak di Aceh Tamiang mencapai 10.100 jiwa dalam 3.107 KK, dan 3.132 jiwa dalam 922 KK di antaranya harus mengungsi.

" Tercatat 507 hektare sawah dan 495 hektare sawit terendam banjir mengalami kerusakan, yang tersebar di tiga kecamatan di Aceh Tamiang. Dan juga 652 unit rumah rusak ringan di dua kecamatan, " paparnya.

Sementara di Kabupaten Aceh Utara, banjir merendam tujuh kecamatan dengan ketinggian air 30 centimeter - 3,5 meter. Korban terdampak sebanyak 18.154 jiwa dalam 5.147 KK, dan 6.229 jiwa dalam 1.699 KK terpaksa harus mengungsi.

" Beberapa wilayah debit air sudah mulai surut, dan ada juga pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing - masing. Dampaknya 630 hektare lahan sawah mengalami kerusakan, " katanya.

Komunalnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Airlangga Dorong Pemerintah Untuk Selesaikan Hambatan Soal Proyek Senilai Rp 360 triliun

Rabu, 01 Februari 2023 Komunalnews.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan pemerintah untuk terus berupaya menyelesaikan hambatan terkait perizinan untuk investasi, serta menegaskan komitmen pemerintah melaksanakan investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilainya menggapai Rp 360 triliun.   ”Pemerintah akan terus melakukan hal-hal debottlenecking daripada perizinan agar investasi masih bisa berjalan dengan baik. Pemerintah juga berkomitmen investasi PSN yang sejumlah 30 project di tahun 2023 ini estimasi nilainya Rp 360 triliun diharapkan seluruhnya bisa direalisasi di tahun 2023,” ucap Menko Airlangga dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas Peningkatan Aktivitas Perekonomian dan Pariwisata Pasca Pencabutan PPKM di Istana Kepresidenan, (30/1/2023).   Menko Airlangga juga memaparkan mengenai tabungan rumah tangga serta korporasi di perbankan selama masa pandemi yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong kesempatan investasi. Sejumlah dana...

Jusuf Kalla : Kebijakan Subsidi BBM Harus Dikurangi di Masa Mendatang

Komunalnews.com Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengomentari soal kebijakan subsidi BBM yang masih dilakukan pemerintah. Menurut dia, sebaiknya kebijakan itu tak dilanjutkan di masa mendatang. "Kalau dari sisi pemerintah dan tentu berpengaruh ke ekonomi nasional, pemerintah harus punya daya beli yang kuat. Karena itu, pemerintah seharusnya mengurangi dampak subsidi yang tidak perlu," kata dia dalam sesi Nation Hub, CNBC Indonesia, Kamis (18/5/2023). Ia melanjutkan bahwa subsidi memang tidak apa-apa diberikan ke masyarakat yang tidak mampu. Namun, jangan sampai dilakukan terus-menerus. Menurut JK, masyarakat sebenarnya mampu untuk membeli BBM tanpa subsidi. Ia menyinggung pengalamannya saat masih menjabat pada 2005 lalu. "Pengalaman saya waktu itu 2005 menaikkan BBM sampai 100% masyarakat menerimanya," ujarnya. JK juga mengomentari soal nilai ekspor yang naik, tetapi tidak dibarengi dengan cadangan devisa yang naik. Sementara itu, untuk kebijakan hilirisasi...

Kisah Legiun Mangkunegaran, Pasukan Elite Militer Pertama Indonesia Warisan Napoleon Bona

 Komunalnews.com Jauh sebelum merdeka, wilayah Nusantara sudah mengenal pasukan militer untuk keperluan tempur melawan penjajahan. Namun, pasukan-pasukan itu umumnya amatir, yaitu tidak mendapatkan pelatihan militer sebagaimana mestinya. Pasukan-pasukan itu umumnya rakyat jelata dengan berbagai macam profesinya. Mereka dipanggil untuk dijadikan pasukan oleh seorang raja atau penguasa. Meski demikian, kerajaan-kerajaan di masa lalu ada yang memiliki pasukan elite yang dibina layaknya TNI pada saat ini. Salah satu pasukan elite itu adalah Legiun Mangkunegaran. Sejarah Legiun Mangkunegaran Legiun Mangkunegaran aktif berkiprah selama periode tahun 1808-1942 Masehi. Ini merupakan pasukan elite milik Praja Mangkunegaran di Surakarta. Legiun Mangkunegaran dibentuk oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara II pada tahun 1808. Meski demikian, embrio pasukan militer ini sudah ada sejak masa perjuangan Pangeran Sambernyawa atau KGPAA Mengkunegara I. Setelah menja...