Langsung ke konten utama

Perkuat Sinergisitas Perekonomian Indonesia Di Tahun 2023

Komunalnews.com

Dikutip pada situs Badan Pusat Statistika (BPS). Perekonomian Indonesia telah mengalami pertumbuhan dan stabilitas dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2018, ekonomi tumbuh sebesar 5,17%, menjadikannya salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia untuk tahun ini. Tahun berikutnya, ekonomi tumbuh sebesar 5,02%, meskipun tahun tersebut diwarnai oleh perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS-Tiongkok. Pertumbuhan PDB pada tahun 2020 sebesar 4,19%, meskipun turun pada kuartal kedua tahun 2020 akibat pandemi COVID-19.

Pengeluaran pemerintah telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dengan investasi pemerintah dalam program infrastruktur dan kesejahteraan sosial. Ini telah membantu meningkatkan konsumsi domestik, yang menyumbang lebih dari setengah PDB negara. Investasi di bidang infrastruktur juga berkontribusi terhadap peningkatan ekspor yang naik sebesar 6,6% di tahun 2019.

Rupiah Indonesia sebagian besar tetap stabil, dengan nilai tukar rata-rata Rp14.400 per Dolar pada tahun 2018 meningkat sedikit menjadi Rp14.900 per Dolar pada tahun 2020. Inflasi pada umumnya rendah sepanjang periode, rata-rata 3,8% pada tahun 2019. Singkatnya, perekonomian Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang kuat selama tiga tahun terakhir, didorong oleh belanja pemerintah, investasi infrastruktur, dan konsumsi domestik yang kuat. Rupiah tetap relatif stabil, dan inflasi tetap rendah.

Di penghujung awal tahun 2023, Indonesia dihantui beberapa problematika dalam sektor pembangunan ekonomi seperti, Kesenjangan masyarakat, yang di mana antara si kaya dan si miskin kemungkinan akan meningkat pada tahun 2023, karena pertumbuhan ekonomi melambat dan kesempatan kerja tetap langka bagi mereka yang tidak memiliki pendidikan atau akses ke modal, selanjutnya Pertumbuhan Penduduk yang Cepat, Menurut sensus tahun 2020, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 272 juta pada tahun 2023. Kemudian Utang yang Tidak Berkelanjutan, Utang publik Indonesia mencapai hampir 30% dari PDB, dan meningkat dari tahun ke tahun, dan terakhir Infrastruktur dan Daya Produksi yang Buruk dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang menjadi salah satu faktor yang mendasari terhambatnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan

Lalu bagaimana dengan Indonesia, khususnya menghadapi persoalan tersebut dalam sinergisitasnya dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan?

Untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia dalam menyongsong tahun 2023 , penting untuk fokus pada tiga pilar utama yaitu, keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Keberlanjutan Ekonomi, Untuk mendorong kesinambungan ekonomi, Pemerintah Indonesia harus fokus pada beberapa bidang. Ini harus berusaha untuk mendiversifikasi ekonominya, menarik investasi asing langsung dan meningkatkan daya saing industri dalam negerinya. Secara khusus, pemerintah harus fokus pada perluasan dan modernisasi infrastruktur, meningkatkan akses kredit ke usaha kecil, mereformasi undang-undang ketenagakerjaan dan menciptakan lingkungan bisnis yang menguntungkan. Meningkatkan inklusi keuangan juga penting, karena saat ini hanya 27% orang dewasa yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal.

Keberlanjutan Sosial, Untuk mencapai keberlanjutan sosial, pemerintah harus fokus pada peningkatan pendidikan, peningkatan akses ke layanan kesehatan berkualitas dan mempromosikan kesetaraan, inklusi, dan keragaman. Pemerintah juga harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi negara dibagi secara adil di antara semua sektor dan wilayah. Selain itu, pengentasan kemiskinan, penguatan sistem perlindungan sosial, dan mengatasi penyebab utama ketimpangan juga harus menjadi prioritas.

Ketahanan lingkungan, Penting bagi Indonesia untuk memastikan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonominya ramah lingkungan dan tidak membahayakan sumber daya planet ini. Untuk mencapai hal ini, pemerintah harus berinvestasi lebih banyak pada sumber energi terbarukan dan mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan meningkatkan pengelolaan limbah. Selain itu, langkah-langkah seperti melestarikan keanekaragaman hayati, mengurangi polusi, dan mengatasi perubahan iklim sangat penting untuk memastikan kelestarian lingkungan.

Melalui peranan yang menjadi pilar menyeluruh terhadap faktor-faktor yang disebutkan di atas, setidaknya setiap daerah dapat mulai mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keadaan ekonomi mereka saat ini, strategi apa yang harus ditempuh untuk memperbaikinya, dan investasi yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang cakrawala 2023.

Komunalnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KPA menemukan 3.000 LGBT di Garut, 1.004 orang dinyatakan positif HIV

Senin, 26 Desember 2022 | 16.41 WIB Komunalnews.com Para tokoh pimpinan pondok pesantren di Garut yang tergabung dalan Aliansi Umat Islam (AUI) Garut, Kembali diundang DPRD Garut , terkait temuan 3.000 orang yang masuk komunitas LGBT . Dalam audiensi lanjutan ini, AUI menghadirkan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Garut, dan mengemukakan ada 1.004 warga Garut yang positif HIV akibat perilaku seksual menyimpang ini. " Jadi kalau secara akumulasi kami hanya menghitung agregat, data yang kita miliki akhir per oktober 2022 sudah 1.004 orang yang positif HIV. Ini sudah lampu kuning bahkan merah, kalo tidak berobat bisa menularkan dan kena Aids, dan untuk meninggal itu sudah terancam, " kata Kepala Komisariat KPA Garut, Eidi, di kantor DPRD Garut.  Namun sayang, audiensi ini tidak tuntas berjalan lantaran unsur pimpinan DPRD tidak lengkap, termasuk Bupati tidak hadir di ruang rapat Paripurna DPRD Garut. " Untuk sekarang batal, alasannya karena tidak sesuai dengan kesepakatan...

Airlangga Hartarto : Partai Golkar Menjadi Pilihan Masyarakat untuk Indonesia Produktif dan Inovatif

Komunalnews.com Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan partai yang dipimpinnya memiliki tekad menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang produktif dan inovatif. Ia ingin agar rakyat Indonesia bisa bersama-sama membangun bangsa menjadi sejahtera. Airlangga pun menyebut tekad semangat itu seperti saat umat Islam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ia berharap kepada para kader Partai Golkar punya tekad memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). “Seperti bulan Ramadhan, yang penting adalah kemenangan dan kemenangan juga menjadi target Partai Golkar. Oleh karena itu, baik dalam pemilihan legislatif, pemilihan presiden kita berharap sama seperti di bulan Ramadan ini, yakni menuju kemenangan," kata Airlangga saat peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) di Hotel Pullman, Bandung, Minggu, 9 April 2023. Airlangga dalam pidatonya mengutip lima ayat Alquran surat Al Alaq. Ia menekankan betapa ...

Airlangga Hartarto Lepas 2.300 Fungsionaris Partai di Jawa Barat untuk Menangkan Pemilu 2024 dan Bergabung dalam Koalisi Besar

Komunalnews.com Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melepas 2.300 fungsionaris partai se-Jawa Barat. Pelepasan dilakukan di salah satu hotel di Kota Bandung pada Minggu (9/4/2023). Dalam pelepasan ribuan fungsionaris ini, turut dihadiri jajaran pengurus pusat Partai Golkar, Ketua DPD Golkar Jabar TB Ace Hasan Syadzily hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang telah menjadi kader dari partai berlambang pohon beringin ini. Usai pemantapan dan pelepasan ribuan fungsionaris itu, Airlangga Hartarto mengatakan jika 2.300 lebih fungsionaris partai se-Jabar ini siap 200 persen untuk menyapa warga dan mensosialisasikan Partai Golkar jelang Pemilu 2024. "Pelepasan kita lebih dari 2.300 untuk fungsionaris di Jabar dan partai Golkar adalah partai yang siap dengan 200 persen dari pada calon fungsionaris dan diharapkan bulan ke depan langsung menyapa masyarakat," kata Airlangga kepada wartawan. Di Pemilu 2024 nanti, Airlangga menegaskan Partai Golkar ingin meraih kemenangan di J...