Langsung ke konten utama

Postingan

Ketika Pasukan Majapahit Kalah Perang Gara-Gara Diajak Pesta oleh Raja Minang

 Komunalnews.com TAK selamanya usaha penguasaan wilayah yang dilakukan Kerajaan Majapahit berjalan mulus. Sebab ada kalanya pasukan Majapahit justru kalah melawan lawannya. Peristiwa ini seperti yang terjadi saat Kerajaan Majapahit bertempur dengan pasukan Minang. Saat itu pasukan Majapahit berusaha menaklukkan Pulau Percah di Sumatera itu. Cerita percobaan penaklukan Pulau Percah ini dikisahkan Prof Slamet Muljana dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan : Sejarah Kerajaan Majapahit" Saat itu usaha penundukan wilayah Nusantara bagian barat juga termuat dalam Hikayat Raja - Raja Pasai, yang dibahas pula pada Kitab Pararaton. Pasukan Majapahit yang berhasil menguasai Pasai bergerak pulang lalu singgah di Jambi dan Palembang. Karena takut, dua kota pelabuhan itu menyerah mentah-mentah. Terdorong oleh kemenangan-kemenangan itu, Raja Majapahit mengambil keputusan untuk memerangi jajahan raja Hujung Tanah. Tak puas dengan penundukan Pasai, pasukan Majapahit terus bergerak mengu...
 Komunalnews.com Setelah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Presiden Jokowi juga kerap mengunggah foto kedekatan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Terlepas dari kencangnya isu reshuffle kabinet, namun dalam unggahan itu Jokowi menyatakan kebanggaan bahwa pemerintah menyetop ekspor bahan mentah nikel. Dampak dari penghentian ekspor bahan mentah itu adalah meningkatnya pendapatan negara. “Sudah berapa ratus tahun kita mengirim bahan mentah ke luar, utamanya ke Eropa. Sejak zaman VOC. Ini harus kita hentikan. Kita sudah mulai dengan menghentikan ekspor nikel berupa bahan mentah dan menggantinya dengan bahan jadi dan setengah jadi. Setelah nikel, menyusul bauksit, tembaga, dan sebagainya,” kata Jokowi. Menurut Jokowi, jika nikel diekspor dalam bentuk bahan mentah, maka hanya akan menghasilkan USD1 miliar atau setara Rp14-15 triliun. Namun setelah pelarangan ekspor bahan mentah itu, akhir tahun kemarin eks...

Nenek Penemu Tas Berisi Uang Jutaan Rupiah Ditangkap Polisi, Berikut Kronologinya

 Komunalnews.com Hasilnya, polisi menemukan terduga pelaku yang menemukan tas korban yakni NU. "Laporan kehilangan dari warga yang kemudian ditelusuri keberadaan yang bersangkutan," kata Adi saat dikonfirmasi Kata Adi, setelah menemukan tas tersebut, NU tidak mengembalikannya, ia malah membawanya dan uang yang ada di dalam tas itu digunakan terduga pelaku untuk membayar utang dan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. “Setelah menemukan pelaku kemudian langsung melarikan diri dan tidak ada upaya mengembalikan barang-barang korban. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta,” kata Adi dikutip dari BangkaPos.com. Sementara, kata Adi, barang-barang berharga milik korban dikubur NU di belakang rumahnya. “Satu buah tas berikut dengan surat-surat berharga milik korban ditanam oleh pelaku di belakang pekarangan tempat tinggalnya, untuk satu unit handphone di sembunyikan di hutan belakang tempat tinggalnya, sedangkan untuk uang tunai telah habi...

Daftar Bos Batu Bara yang Ekspornya Disetop Jokowi

 Komunalnews.com Ekspor batu bara disetop sementara oleh pemerintah mulai 1-31 Januari 2022. Keputusan itu diambil untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Presiden Jokowi bahkan mengancam mencabut izin perusahaan yang tidak mematuhi kewajiban pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO). 1. Garibaldi Thohir Forbes mencatat, kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir ini berada di urutan ke-17 orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya tercatat US$ 2,6 miliar. Sumber kekayaan pria yang akrab disapa Boy Thohir ini salah satunya berasal PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan ini memiliki bidang usaha utama pertambangan batu bara. Selain sebagai Presiden Direktur, Boy Thohir merupakan pemegang saham Adaro. Ia tercatat menggenggam saham Adaro dengan porsi 6,18%. 2. Edwin Soeryadjaya Seperti dikutip Forbes, Edwin memiliki kekayaan US$ 1,51 miliar dan menempatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia nomor 29. Kekayaannya berasal dari batu bara dan investasi...

Kerendahan Hati Gajah Mada, Pernah Tolak Jabatan Penting Meski Ditawari Langsung

 Komunalnews.com GAJAH MADA ternyata bukanlah sosok yang gila jabatan. Sifat itu diketahui ketika dirinya sempat enggan menerima tawaran jabatan penting di Majapahit. Namun, takdir berkata lain. Gajah Mada akhirnya menjadi patih terbesar di kerajaan tersebut. Berdasarkan buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana, Gajah Mada baru tampil sebagai patih saat Aria Tadah yang menjabat patih Majapahit mengundurkan diri, itu pun dengan proses yang panjang. Dikisahkan, saat masa kepemimpinan Tribuwanatunggadewi dan Rajadewi Maharajasa, Gajah Mada mendapat tawaran jabatan penting tersebut. Tadah yang sebagai patih amangku bumi, saat itu memang tengah sakit dan sudah merasa tua. Sehingga Tadah meminta kepada raja Majapahit untuk menggantinya. Tadah pun mengajukan nama Gajah Mada kepada rani Majapahit untuk bisa menggantikannya. Dia beranggapan bahwa Gajah Mada adalah orang yang tepat karena kebijaksanaan dan sifatnya. Tapi sebelum mengajuk...

Sosok Prabu Siliwangi, Raja yang Bawa Sunda Galuh ke Masa Kejayaan

 Komunalnews.com Kejayaan Kerajaan Sunda Galuh tak lepas dari peran sosok Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja atau yang dikenal Prabu Siliwangi. Raja ini berkuasa di Sunda Galuh (Pakuan Pajajaran) selama 39 tahun (1482-1521). Pada zamannya Pakuan Pajajaran di Bogor mencapai puncak perkembangannya. Prabu Siliwangi lahir di Keraton Surawesis Kawali, Kabupaten Ciamis, pada tahun 1411. Ia meninggal pada akhir Desember tahun 1521 di Pakuan yang sekarang mejadi Kota  Bogor . Raja Pakuan Pajajaran ini dikenal sebagai sosok yang adil dan bijaksana. Masa kepemipinannya pun disebut menjadi masa keemasan Pajajaran. Rakyat Prabu Siliwangi di Sunda Galuh hidup dengan makmur, damai dan sejahtera. Wilayah Pajajaran membentang dari pegunungan Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah, seluruh Jawa Barat, Selat Sunda hingga sebagian Lampung. Sunda Kalapa menjadi jalur perdagangan dan migrasi bangsa asing ke Pulau Jawa. Kota Bogor merupakan bukti sejarah yang menceritakan tentang era Prabu Siliw...

Madakaripura, Tempat "Pelarian" Mahapatih Gajah Mada Usai Membunuh Ratusan Prajurit Kerajaan Sunda

 Komunalnews.com Gajah Mada pada akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Mahapatih di Kerajaan Majapahit. Pengunduran tersebut dikarenakan tragedi Perang Bubat. Perang ini merupakan tragedi kelam berdarah antara kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Sunda Galuh. Demikian dikutip dari NU Online. Tragedi tersebut menyeret Gajah Mada yang pada saat itu bertindak sebagai Mahapatih menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sampai pada akhirnya, Gajah Mada meninggalkan jabatannya dan yang pada awalnya mengambil sumpah Hamukti Palapa untuk menyatukan Nusantara, kini memilih Hamukti Moksa di tempat yang selanjutnya dinamakan Madakaripura.  Madakaripura merupakan tanah perdikan milik mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit. Tanah perdikan tersebut saat ini lebih terkenal dengan air terjunnya yang terletak di Dusun Branggah, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang,Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Madakaripura berasal dari tiga nama, yakni Mada d...