Langsung ke konten utama

Petinggi PKS temui Airlangga Di Kantor DPP Partai Golkar

Komunalnews.com

Ketua Umum Partai Golkar Sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Ketua DPP PKS di DPP Partai Golkar, Senin (6/2/23).

"Iya (Ketum Airlangga bakal bertemu DPP PKS)," ucap Waketum Partai Golkar Nurul Arifin saat dikonfirmasi, (6/2/2023).

Airlangga Hartarto diketahui terakhir berjumpa dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pekan lalu. Airlangga menegaskan Rabu Pon menjadi atensi sebab adanya pertemuan Golkar dengan NasDem.

"Pertemuan hari ini saya ingatkan, saya ingatkan hari ini adalah Rabu Pon, pertemuan Rabu Pon ini yang kemarin saya sampaikan, hari Rabu perlu diperhatikan ya hari ini," ujar Airlangga, (1/2).

Airlangga menekankan pertemuan ini ialah silaturahmi 2 partai pendukung Jokowi. "Hari ini adalah silaturahmi 2 partai dan partainya sama, partai pendukung Pak Presiden Jokowi untuk 2 periode," sambungnya.

Airlangga juga berkata jika Surya Paloh merupakan seorang kakak baginya. Terlebih Surya Paloh sempat menjadi bagian dari Partai Golkar selama 43 tahun.

"Jadi jelas hari ini abang saya senior Pak Surya Paloh yang juga alumni Partai Golkar beliau ini 43 tahun di partai Golkar, dan kalau dihitung rata-rata seluruh pengurus DPP ditambah Ketua Dewan Pakar dirata-rata semua lebih kecil dari 43 tahun," tuturnya.

Komunalnews.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Airlangga Dorong Pemerintah Untuk Selesaikan Hambatan Soal Proyek Senilai Rp 360 triliun

Rabu, 01 Februari 2023 Komunalnews.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan pemerintah untuk terus berupaya menyelesaikan hambatan terkait perizinan untuk investasi, serta menegaskan komitmen pemerintah melaksanakan investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilainya menggapai Rp 360 triliun.   ”Pemerintah akan terus melakukan hal-hal debottlenecking daripada perizinan agar investasi masih bisa berjalan dengan baik. Pemerintah juga berkomitmen investasi PSN yang sejumlah 30 project di tahun 2023 ini estimasi nilainya Rp 360 triliun diharapkan seluruhnya bisa direalisasi di tahun 2023,” ucap Menko Airlangga dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas Peningkatan Aktivitas Perekonomian dan Pariwisata Pasca Pencabutan PPKM di Istana Kepresidenan, (30/1/2023).   Menko Airlangga juga memaparkan mengenai tabungan rumah tangga serta korporasi di perbankan selama masa pandemi yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong kesempatan investasi. Sejumlah dana...

Jusuf Kalla : Kebijakan Subsidi BBM Harus Dikurangi di Masa Mendatang

Komunalnews.com Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengomentari soal kebijakan subsidi BBM yang masih dilakukan pemerintah. Menurut dia, sebaiknya kebijakan itu tak dilanjutkan di masa mendatang. "Kalau dari sisi pemerintah dan tentu berpengaruh ke ekonomi nasional, pemerintah harus punya daya beli yang kuat. Karena itu, pemerintah seharusnya mengurangi dampak subsidi yang tidak perlu," kata dia dalam sesi Nation Hub, CNBC Indonesia, Kamis (18/5/2023). Ia melanjutkan bahwa subsidi memang tidak apa-apa diberikan ke masyarakat yang tidak mampu. Namun, jangan sampai dilakukan terus-menerus. Menurut JK, masyarakat sebenarnya mampu untuk membeli BBM tanpa subsidi. Ia menyinggung pengalamannya saat masih menjabat pada 2005 lalu. "Pengalaman saya waktu itu 2005 menaikkan BBM sampai 100% masyarakat menerimanya," ujarnya. JK juga mengomentari soal nilai ekspor yang naik, tetapi tidak dibarengi dengan cadangan devisa yang naik. Sementara itu, untuk kebijakan hilirisasi...

Jokowi Memantapkan Posisi sebagai King Maker dalam Pilpres 2024

Komunalnews.com Manuver politik dengan gaya pembisik, sebenarnya menarik untuk ditilik. Pasalnya, manuver itu agak kurang mengena logika. Saat ini sudah ada tiga poros kekuatan politik yang siap terjun dalam Pilpres 2024. Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung Anies Baswedan, Koalisi Pendukung Ganjar Pranowo yang terdiri dari PDIP, dan PPP, serta KKIR yang mencapreskan Prabowo Subianto. Setelah PPP merapat ke kubu Ganjar, KIB tak lagi relevan. Partai Golkar kini sibuk kasak-kusuk mencari negosiasi yang paling menguntungkan. Sedangkan PAN, tak lagi jelas ke mana arah haluan. Jika peta capres sudah terkonfirmasi, pertanyaan tentang siapa yang mau mendengar bisikan Jokowi mencuat. Selain itu, ke mana sosok cawapres hasil musra akan dibisikkan juga jadi pertanyaan. Saat berpidato di depan para pendukungnya akhir pekan lalu, Jokowi tak lagi berbicara mengenai warna rambut, atau wajah yang berkerut. Dekat dengan rakyat, berani, dan paham bagaimana memajukan negeri, itulah rekomenda...