Langsung ke konten utama

Daftar Kasus Korupsi Besar yang Dibongkar Novel Baswedan Cs


 Komunalnews.com

Sebanyak 58 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) karena tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) resmi mengakhiri pengabdiannya di KPK pada 30 September kemarin.
Dari jumlah itu, terdapat tujuh Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) KPK juga resmi di pecat oleh KPK. Tujuh orang Kasatgas tersebut tercatat tengah menangani beberapa kasus korupsi kakap yang menyangkut pejabat negara.

Mereka di antaranya Novel Baswedan, Ambarita Damanik, Budi Agung Nugroho, Andre Dedy Nainggolan, Budi Sukmo, Rizka Anung Nata dan Afief Julian Miftah.

Berikut profil tujuh Kasatgas penyidik KPK yang resmi dipecat kemarin berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari pimpinan KPK.

1. Novel Baswedan

Novel merupakan Kasatgas dalam kasus dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster (benur) yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Rekam jejaknya mengusut kasus korupsi besar membuatnya kerap menjadi sasaran empuk serangan balik para koruptor dan pihak-pihak lainnya. Alhasil, kedua matanya pun kini rusak usai disiram air keras. Diduga hal itu terjadi berkaitan dengan pengusutan salah satu kasus megakorupsi yang ia tangani.

Selama di KPK, Novel tercatat menangani perkara korupsi simulator SIM hingga dugaan suap penanganan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tersangka Ketua MK Akil Mochtar.

Selain itu, Novel belakangan juga diketahui menggawangi kasus mafia hukum yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman.

2. Ambarita Damanik

Pensiunan Polri yang masuk KPK sejak 2005 ini telah menangani sejumlah kasus korupsi besar. Di antaranya kasus megakorupsi pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2013. Ia turut ambil bagian ke dalam tim yang menangkap Ketua DPR saat itu Setya Novanto.

Damanik, yang sempat terpilih menjadi perwira di Satgas Antibom--cikal bakal Densus 88--ini juga pernah menangani kasus dugaan korupsi Bank Century, kasus taipan Samin Tan hingga, kasus korupsi benur Edhy Prabowo.

3. Budi Agung Nugroho

Budi merupakan Kasatgas dalam penyidikan kasus dugaan suap reklamasi Teluk Jakarta tahun 2016. Adapun KPK telah memproses hukum eks Ketua Komisi D DPRD DKI M. Sanusi dan bos PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dalam penanganan perkara ini.

Selain itu, ia juga menangani dugaan korupsi terkait perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian ESDM tahun 2013 yang menyeret eks Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana.

4. Andre Dedy Nainggolan
Andre merupakan Kasatgas yang memimpin penanganan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.
Andre berhasil membuat total lima tersangka mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.

Proses hukum kasus korupsi bansos Covid-19 sudah inkrah. Semua terdakwa, termasuk Juliari, sudah dijebloskan ke penjara.

Meskipun demikian, KPK mengumumkan tengah melakukan penyelidikan baru terkait kasus ini. Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery, telah dimintai keterangan pada Jumat, 30 April 2021.

5. Rizka Anung Nata
Perkara baru-baru ini yang ditangani oleh Rizka adalah kasus dugaan suap yang melibatkan penyidik AKP Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M. Syahrial.

Sebelumnya, ia diketahui juga memegang dugaan korupsi terkait pengaturan sejumlah perkara di sejumlah lingkungan peradilan yang menjerat mantan Sekretaris Mahakamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman.

6. Afief Julian Miftah
Afief pernah menangani kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau rekening gendut calon Kapolri Komjen Budi Gunawan. Budi kini menjabat sebagai Kepala BIN

Afief pernah menerima teror atas pekerjaan yang ia lakukan. Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, rumahnya pernah diteror dengan benda mencurigakan yang dugaan awalnya sebuah bom. Selain itu, ban mobil Honda Freed miliknya pernah ditusuk dengan benda tajam oleh orang tak dikenal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Airlangga Dorong Pemerintah Untuk Selesaikan Hambatan Soal Proyek Senilai Rp 360 triliun

Rabu, 01 Februari 2023 Komunalnews.com Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyarankan pemerintah untuk terus berupaya menyelesaikan hambatan terkait perizinan untuk investasi, serta menegaskan komitmen pemerintah melaksanakan investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilainya menggapai Rp 360 triliun.   ”Pemerintah akan terus melakukan hal-hal debottlenecking daripada perizinan agar investasi masih bisa berjalan dengan baik. Pemerintah juga berkomitmen investasi PSN yang sejumlah 30 project di tahun 2023 ini estimasi nilainya Rp 360 triliun diharapkan seluruhnya bisa direalisasi di tahun 2023,” ucap Menko Airlangga dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas Peningkatan Aktivitas Perekonomian dan Pariwisata Pasca Pencabutan PPKM di Istana Kepresidenan, (30/1/2023).   Menko Airlangga juga memaparkan mengenai tabungan rumah tangga serta korporasi di perbankan selama masa pandemi yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong kesempatan investasi. Sejumlah dana...

Mengenal Messalina, Istri Kaisar Romawi Claudius yang Hobi Selingkuh

 Komunalnews.com Permaisuri Messalina memiliki reputasi terkenal sebagai nymphomaniac (kondisi di mana seorang wanita atau pria tak mampu menahan hasrat seksualnya) . Ya, dia adalah Messalina, istri ketiga Kaisar Romawi Claudius yang dikenal memiliki hasrat seks yang tak terpuaskan. Dia adalah cicit dari Kaisar Romawi pertama Augustus. Messalina sangat cantik dan menarik bagi kebanyakan pria Romawi. Kisah-kisah pedas tentang Messalina termasuk dia bekerja sebagai pelacur di rumah bordil dan mengadakan kompetisi tentang siapa yang lebih memiliki stamina seksual. Pada tahun 41 M, ketika para konspirator membunuh Kaisar Caligula, Pengawal Praetorian memilih suami Messalina, Claudius, sebagai kaisar berikutnya. Dia menggunakan pengaruhnya atas Claudius untuk keuntungannya sendiri. Menggunakan tuduhan palsu, dia melenyapkan lawan-lawannya dan mengumpulkan kekayaan pribadi yang besar. Pada tahun 48 M, Messalina menikah dengan kekasihnya, Senator Gaius Silius. Itu adalah...

Profil Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi Pengganti Rahmat Efendi?

Komunalnews.com Nama Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mendadak mencuat pasca tertangkapnya Wali Kota Bekasi Rahmat Efendi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (5/1/2021). Kini nama Tri Adhianto membuat heboh dunia maya. Di media sosial mendadak viral Tri Adhianto diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi. Tri Adhianto Tjahyono merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi. Pria yang lebih akrab disapa Mas Tri merupakan putra ketiga dari G Soeprapto dan Endang Sri Guntur Hudiani. Tri Adhianto menjadi Wakil Wali Kota Bekasi mendampingi Rahmat Effendi setelah keduanya memenangkan pilkada yang diselenggarakan pada 27 juni 2018. Sebelum menjabat Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto bukanlah politikus, tapi banyak menghabiskan karier di birokrasi. Di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, Tri Adhianto pernah menjabat Kepala Seksi Pengendalian Operasional dan Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan periode 2004 hingga 2018. Tri Adhianto juga ...